You are here: Home Organization Networks Mengintip Kongres Kimia di Malaysia

Mengintip Kongres Kimia di Malaysia

Sekilas perjalanan mengikuti kongres kimia di Malaysia

Perkembangan dan kemajuan sebuah negara tidak akan terlepas dari pengaruh kemajuan ilmu dan teknologi. Barangkali itu yang menjadi simpulan dan korelasi yang ingin dibangun oleh pemerintah Malaysia terkait penyelenggaraan 16th Malaysian Chemical Congress yang saya hadiri pertengahan Oktober 2010 yang lalu. Kementerian Malaysia, dalam hal ini MOSTI (Ministry of Science, Technology and Innovation) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kongres ini yang merupakan wahana interaksi bagi perkembangan keilmuan dan teknologi kimia.

 

Penyelenggaraan kongres kimia yang sudah ke-16 kalinya ini telah membuktikan bahwa pemerintah Malaysia telah memberikan perhatian yang besar terhadap kemajuan ilmu dan teknologi kimia, dimana mereka meyakini bahwa ilmu dan teknologi kimia sudah dan akan memberikan impact yang sangat besar terhadap kemajuan negara dan dapat menjawab tantangan dalam berbagai hal seperti pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, ketahanan pangan, serta penanggulangan krisis energi dan air. Hal tersebut diwujudkan dalam capaian yang mereka canangkan dalam penyelenggaraan kongres ini, yaitu menjadikan kimia sebagai salah satu basis pendapatan besar ekonomi negara pada tahun 2020 melalui riset, inovasi, pengembangan dan kewirausahaan.

Kehadiran saya dalam kongres kimia Malaysia ini adalah mewakili Himpunan Kimiawan Indonesia (HKI) yang merupakan asosiasi para kimiawan dan orang-orang yang concern akan perkembangan ilmu dan teknologi kimia di Indonesia. Hubungan baik antara HKI dengan asosiasi serupa di Malaysia memberikan kesempatan kepada anggota HKI untuk mengikuti kongres ini secara gratis lengkap dengan akomodasinya dengan pembiayaan dari OPCW (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons). Saya mendapatkan kesempatan itu setelah saya mengirim abstrak yang akan dipresentasikan melalui HKI, dalam hal ini ke ketua HKI bidang hubungan international, dimana sebelumnya ada pengumuman seleksi untuk anggota HKI yang berminat mengikuti kongres kimia Malaysia.

Berangkat ke Malaysia satu hari sebelum acara dimulai, dimana tiket dan akomodasi sudah disiapkan oleh panitia. Ini adalah pertama kali saya mengunjungi Malaysia dan tentunya ada pemikiran untuk membandingkannya dengan Indonesia dan negara-negara lain yang pernah saya kunjungi. Acara kongres dibuka oleh perwakilan kementerian MOSTI dan bertempat di Putra World Centre, Kuala Lumpur. Seperti biasa, sambutan dari panitia, dalam hal ini Presiden Academy of Sciences Malaysia (AKM) dan Presiden Institut Kimia Malaysia (IKM) mengawali Plenary Lecture hari pertama.

Kongres ini dilangsungkan selama tiga hari (12-14 Oktober 2010) dengan jumlah peserta lebih dari 250. Ada 6 orang menyampaikan Plenary yang dibagi menjadi 2 orang per hari. Hari pertama disampaikan topik tentang Diamond Chemical Vapour Deposition: Untravelling the Growth Mechanisms oleh Prof. M.N.R. Ashfold dari School of Chemistry, University Bristol, UK. Topik yang kedua disampaikan oleh Prof. Gooh Lai Yoong dari Academy of Sciences Malaysia yang berbicara tentang Intricacies and Possibilities in Ruthenium Chemistry. Hari kedua ada plenary lecture  dari Prof. Kam Toh Seok dari Universiti Malaysia dan Prof. Peter Brimblecombe dari University of East Anglia, UK. Masing-masing berbicara tentang Studies in Natural Product Chemistry: Structure, Biological Activity, and Biomimetic Synthesis dan Pollution Chemistry dan Policy. Untuk hari terakhir, Prof. Takeshi Shiono dari Hioshima University dan Prof. Jinap Selamat dari Universiti Putra Malaysia memberikan plenary lecture terakhir dengan masing-masing topik adalah Precise Synthesis of Hydrocarbon Polymers with Coordination Catalyst dan Contribution of Chemistry in Food – Emphasis on Food Safety.

Secara garis besar, kongres kimia Malaysia kali ini dibagi menjadi 6 topik pilihan, yaitu: Environmental Green Chemistry, Food Medicinal Chemistry, Inorganic and Bioinorganic Chemistry, Material and Polymer Chemistry, Organic and Biomolecular Chemistry, dan Physical, Theoretical and Computational Chemistry. Banyak dari peserta kongres yang menampilkan hasil penelitian terbaru terutama yang kaitannya dengan lingkungan, organik dan bioorganik. Saya mengikuti kongres ini sampai sesi terakhir dan sempat juga menikmati suasana kota Kuala Lumpur yang infrastrukturnya, menurut saya, sudah menuju keadaan kota-kota besar Jepang, seperti Osaka dan Nagoya.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada HKI, terutama bidang hubungan international atas kesempatannya mewakili HKI, kepada Panitia 16th Malaysian Chemical Congress, kepada OPCW (Organisation for the Prohibition of Chemicals Weapon) atas pembiayaan tiket dan akomodasinya. Saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman selama disana. Semoga ke depan, masyarakat kimia Indonesia dan HKI dapat membuat langkah nyata untuk menjadikan ilmu dan teknologi kimia menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.

Aep Patah
Departemen Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Institut Teknologi Bandung

 

Document Actions